Dua-puluh-lima
Seperti bukan wanita pada gelap ini
Maju untuk mendapat kembali
Agresif untuk mempertahankan
Ikuti kacauku sejak dua puluh empat
Kacau yang menyamar layaknya peri
Memalsukan lalu memberi aba aba
Tergopoh gopoh demi tiga belas
Terburu buru demi sang Mei
Seperempat nyamanku akan hilang?
Bukan, yang hilang setengahnya
Bukan, mungkin malah seluruhnya
Ada nyamanku yang baru?
Itu harapan patah patahnya
Membentuk emosi lalu merengek
Belajar merangkak mulus
Ambilkan aku tiga-dan-belas!
Sudah tahulah aku, kamu ragu
Pilih berantakan sekalian?
Supaya kamu bukan punyaku lagi?





